Berita

TSMC Gagalkan Upaya Spionase Teknologi 2nm dari Dalam, Enam Tersangka Ditangkap!

Dexop.com – Industri semikonduktor global diguncang kabar mengejutkan: TSMC (Taiwan Semiconductor Manufacturing Company), perusahaan foundry chip terbesar di dunia, berhasil menggagalkan upaya pencurian rahasia dagang terkait teknologi 2nm. Skandal ini melibatkan enam orang tersangka, termasuk beberapa karyawan aktif dan mantan staf internal perusahaan.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada awal Agustus 2025, TSMC menyebut insiden ini sebagai ancaman serius terhadap keamanan nasional Taiwan, sekaligus membuka babak baru dalam perang rahasia teknologi di tengah ketegangan geopolitik global.

Kronologi Pengungkapan Skandal Teknologi 2nm

Berdasarkan laporan Taiwan High Prosecutors Office, pengungkapan kasus ini bermula dari pemantauan internal TSMC yang rutin dilakukan untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan di jaringan perusahaan. Investigasi internal tersebut menemukan indikasi kuat adanya akses tidak sah terhadap dokumen dan data terkait teknologi produksi chip 2nm.

TSMC kemudian segera berkoordinasi dengan otoritas hukum Taiwan, yang dalam rentang waktu 25–28 Juli 2025, melakukan penggeledahan terhadap beberapa kediaman karyawan dan eks-karyawan TSMC. Hasilnya, enam orang ditangkap, dengan dua di antaranya dibebaskan bersyarat dan satu dibebaskan tanpa tuntutan.

Teknologi 2nm: Senjata Utama Masa Depan

Teknologi 2nm (nanometer) adalah generasi terbaru dalam fabrikasi semikonduktor, jauh lebih canggih dari teknologi 5nm dan 7nm yang masih digunakan secara luas saat ini. Chip 2nm memungkinkan efisiensi energi lebih tinggi, performa yang lebih cepat, dan pengurangan panas secara signifikan.

Dengan produksi massal chip 2nm oleh TSMC dijadwalkan pada akhir 2025, pencurian teknologi ini bisa menjadi kerugian besar secara ekonomi dan strategis, terutama karena saat ini SMIC, foundry terbesar di China, baru mampu memproduksi chip 7nm secara terbatas.

Undang-Undang Keamanan Nasional Taiwan 2022 Mulai Diuji

Skandal ini menjadi kasus pertama yang ditangani di bawah Undang-Undang Keamanan Nasional Taiwan 2022, sebuah regulasi yang dicanangkan untuk melindungi “Teknologi Inti Nasional Kritis” dari pencurian dan kebocoran, terutama ke tangan asing.

Teknologi chip di bawah 14nm, termasuk 5nm, 3nm, dan 2nm, dikategorikan sebagai aset strategis negara yang keberadaannya tidak hanya penting bagi ekonomi Taiwan, tapi juga bagi keamanan global.

Pencurian oleh Orang Dalam: Ancaman Tersembunyi di Industri Teknologi

Menurut pakar keamanan siber dan perlindungan data industri, pencurian rahasia dagang oleh orang dalam (insider threat) adalah salah satu tantangan terbesar yang dihadapi perusahaan teknologi saat ini. Dalam banyak kasus, pelaku memiliki akses langsung ke informasi sensitif dan dapat menyembunyikan aktivitas mereka dengan cermat.

Contoh kasus sebelumnya:

  • Apple pernah menggugat mantan karyawannya karena mencuri data proyek mobil listrik.
  • Google dan Waymo terlibat dalam gugatan hukum terkait pencurian teknologi otonom.

TSMC kini menyatakan bahwa mereka mengadopsi kebijakan zero-tolerance terhadap pelanggaran semacam ini, dan telah menjatuhkan sanksi disipliner internal terhadap pihak-pihak yang terlibat.

Pengawasan Ketat dan Sistem Deteksi Ditingkatkan

Chairman dan CEO TSMC, C.C. Wei, dalam pernyataan terbarunya menyatakan bahwa perusahaan telah memperkuat sistem monitoring dan pengamanan data internal. Sistem deteksi anomali kini diperluas, dengan memanfaatkan AI dan machine learning untuk menganalisis aktivitas jaringan internal secara real time.

“Kami terus bekerja sama dengan lembaga hukum Taiwan untuk memastikan keunggulan kompetitif dan stabilitas operasional kami tetap terjaga,” ujar Wei.

TSMC juga menekankan bahwa duplikasi teknologi mereka sangat sulit dilakukan, mengingat kompleksitas proses manufaktur, infrastruktur khusus, serta ekosistem partner yang luas dan terintegrasi.

Tokyo Electron Ltd. Ikut Diselidiki

Sebagai bagian dari investigasi, otoritas Taiwan juga melakukan penyelidikan terhadap kantor Tokyo Electron Ltd., perusahaan pemasok asal Jepang yang menjadi salah satu mitra penting TSMC dalam rantai pasokan peralatan litografi.

Meskipun hingga saat ini belum ada konfirmasi apakah informasi telah bocor ke luar atau digunakan secara ilegal, penyelidikan tetap dilakukan sebagai bentuk pencegahan atas potensi kolaborasi lintas individu dalam jaringan industri.

AS, Jepang, dan Sekutunya Terus Batasi Akses China ke Teknologi Semikonduktor

Upaya pencurian teknologi ini terjadi di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat, terutama antara China, Taiwan, dan negara-negara Barat. AS, Belanda, dan Jepang telah sepakat membatasi ekspor peralatan litografi canggih ke China, khususnya mesin EUV buatan ASML.

Akibatnya, banyak analis meyakini bahwa China semakin sulit mengejar ketertinggalan teknologinya secara legal, dan cenderung mengandalkan cara-cara ilegal seperti spionase industri dan rekayasa balik (reverse engineering).

Skandal yang menimpa TSMC ini pun menjadi bukti nyata dari kekhawatiran tersebut.

Posisi TSMC di Panggung Global Semakin Strategis

TSMC saat ini menguasai sekitar 67{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} pasar foundry global, menjadikannya pilar utama dalam rantai pasok semikonduktor dunia. Kliennya mencakup perusahaan besar seperti:

  • Apple
  • AMD
  • NVIDIA
  • Qualcomm

Dengan kapasitas produksi yang luar biasa dan kemampuan teknologi terdepan, TSMC tidak hanya menjadi andalan industri, tetapi juga menjadi aset strategis Taiwan dalam konteks geopolitik Asia-Pasifik.

Ancaman Teknologi dan Perlindungan Aset Intelektual

Kasus ini mempertegas bahwa di era digital dan teknologi tinggi, aset intelektual seperti proses manufaktur chip, desain sirkuit, dan paten material adalah komoditas paling bernilai.

Beberapa langkah penting yang kini jadi perhatian perusahaan teknologi besar:

  1. Audit sistem keamanan siber secara berkala
  2. Pembatasan akses data untuk karyawan berdasarkan level jabatan
  3. Implementasi multi-layer authentication
  4. Monitoring AI terhadap trafik jaringan internal
  5. Pelatihan rutin kepada karyawan mengenai bahaya insider threat

Kerugian Jangka Panjang Jika Rahasia Bocor

Jika data teknologi 2nm sampai bocor dan digunakan oleh pihak lain, terutama oleh pesaing dari negara-negara yang memiliki kepentingan strategis berbeda, maka TSMC bisa kehilangan miliaran dolar dalam nilai aset intelektual, bahkan memengaruhi stabilitas pasar teknologi global.

Karena itu, perlindungan rahasia dagang bukan sekadar urusan bisnis, tapi juga menyangkut kepentingan nasional dan kestabilan industri global.

Pelajaran untuk Dunia Teknologi Global

Kejadian di TSMC menjadi peringatan keras bagi seluruh pelaku industri teknologi dunia: keamanan informasi adalah pilar utama dalam menjaga keunggulan inovasi.

Para perusahaan yang bermain di sektor frontier seperti AI, semikonduktor, 5G, dan komputasi kuantum perlu lebih waspada terhadap:

  • Serangan siber canggih
  • Rekayasa sosial
  • Perekrutan infiltratif
  • Pencurian melalui pihak ketiga (supplier/vendor)

Apa Selanjutnya?

Pihak Kejaksaan Taiwan menyatakan bahwa penyelidikan akan terus berlanjut. Tidak tertutup kemungkinan bahwa lebih banyak pihak akan diperiksa dan didakwa jika terbukti terlibat dalam jaringan pencurian ini.

TSMC sendiri menyatakan akan meningkatkan kerja sama dengan badan hukum, memperbarui protokol keamanan internal, dan memastikan bahwa setiap celah keamanan segera ditutup.

Kesimpulan: TSMC Tegas Lindungi Teknologi 2nm, Dunia Wajib Waspada

Dengan keberhasilan menggagalkan upaya pencurian ini, TSMC menunjukkan komitmennya untuk melindungi teknologi mutakhir 2nm, sekaligus menegaskan bahwa integritas industri semikonduktor harus dijaga dengan ketat dari ancaman luar maupun dalam.

Kasus ini juga menjadi refleksi bagi pemerintah dan perusahaan di seluruh dunia: bahwa inovasi tanpa perlindungan akan berujung pada kerentanan.

Sebagai pusat utama teknologi dunia, Taiwan kini berdiri di garis depan pertarungan besar antara inovasi dan infiltrasi. Dan TSMC telah mengirimkan pesan yang sangat jelas: rahasia teknologi adalah harga mati.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button